SMA Negeri 2 Grabag menggelar kegiatan In House Training (IHT) dan Rapat Kerja Sekolah dengan tema besar “Elevating SMANDAGRA 2027: Transformasi Cara Bicara, Cara Berpikir, dan Cara Bekerja Menuju Lembaga Pendidikan Berintegritas”. Kegiatan yang berlangsung di aula sekolah ini dimulai pada Senin, 4 Mei 2026, dan direncanakan berjalan selama tiga hari hingga Rabu mendatang. Kepala SMA Negeri 2 Grabag, Ibu Tri Yuniarti Retno Kristyaningsih, S.Pd., M.Pd., dalam sambutannya berharap kegiatan ini dapat menciptakan lingkungan belajar yang lebih positif dan meningkatkan kredibilitas guru sebagai role model bagi siswa.

Sinergi Public Speaking dan Karakter Generasi
Pada hari pertama, seluruh bapak-ibu guru serta karyawan mendapatkan pembekalan intensif mengenai Public Speaking dari narasumber Bapak Tri Nugroho Wicaksono (Tim Yudhistira). Materi ini dipilih bukan tanpa alasan, melainkan selaras dengan Individual Development Plan (IDP) staf pendidik untuk meningkatkan kualitas interaksi di sekolah.

Dalam paparannya, narasumber menekankan pentingnya penguasaan teknik bicara dalam menghadapi Generasi Alpha (kelahiran 2013-sekarang). Generasi ini dikenal sangat fasih teknologi dan kreatif, namun memiliki tantangan pada daya fokus yang mudah terdistraksi serta kerentanan kesehatan mental akibat penggunaan smartphone.
Public Speaking: Lebih dari Sekadar Kata-kata
Menariknya, materi IHT mengungkap bahwa dalam public speaking, isi materi (verbal) hanya berpengaruh sebesar 7%. Komponen yang jauh lebih dominan adalah:
-
Visual/Body Language (55%): Meliputi mimik wajah, gerakan tangan, dan kontak mata.
-
Vocal (38%): Mencakup kejelasan artikulasi, intonasi nada agar audiens tidak bosan, serta kecepatan bicara (speed).
“Bicara adalah kemampuan praktis. Orang lain tidak akan tahu kualitas kita jika kita tidak bicara,” ungkap narasumber saat menjelaskan pentingnya personal branding bagi tenaga pendidik.
Praktik dan Tips Menghadapi “Nge-blank”
Kegiatan tidak hanya berisi teori. Guru-guru diajak langsung mempraktikkan teknik penyampaian materi yang ideal (dimulai dari menarik perhatian, minat, baru berbagi ilmu). Ibu Hartini dan Pak Ghani tampil melakukan simulasi dengan topik menarik seperti perbandingan hand writing vs hand typing hingga tantangan AI dalam menggantikan peran guru.

Dalam sesi tanya jawab, muncul tips praktis bagi guru saat menghadapi situasi nge-blank atau gugup saat berbicara:
-
Diam sejenak untuk menenangkan diri.
-
Membaur dengan audiens, misalnya dengan bertanya “Anak-anak sudah paham?” atau melakukan ice breaking.
-
Menyiapkan garis besar (ekstempore) materi sebelumnya.
Setelah fokus pada komunikasi di hari pertama, Rapat Kerja akan dilanjutkan pada hari Selasa dengan pendampingan dari Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VIII dan Pengawas Provinsi Jawa Tengah.
