Tari Kreasi Kekeh Gumregut SMA Negeri 2 Grabag Meraih Juara 1

Senin 12 Agustus 2019. SMA Negeri 2 Grabag kembali peroleh juara. Kali ini SMA N 2 Grabag memboyong juara 1 dalam bidang seni tari kreasi. Lomba ini diikuti oleh 9 siswa yaitu Dava Panca, Selfi Putri, Tiaradita, Safira Dewi, dari X Ips 1, Safi’, Wafi Mei, Rien Gladys, Fauzia dari X Mipa 3 dan Yoga Rian dari X IPS 3.

Membawakan tari Kekeh Gumregut, tari ini menceritakan tentang dua orang pemuda yang sedang bersemedi dan kemudian digoda oleh 7 iblis yang menyamar sebagai wanita cantik. Pemuda tersebut sempat tergoda namun akhirnya mereka dapat melepaskan diri dari belenggu iblis.

Siswa mempersiapkan tari ini kurang lebih 5 hari dengan dilatih oleh Ken Wisnu dan Erna Haryani. Latihan perdana di adakan di daerah Susukan, bersama Mas Wisnu. Di awali dengan beberapa gerakan dasar. Gerakan ini mudah dipahami, namun masing-masing anak belum mampu untuk menghafalkannya. Di hari pertama kami mampu menyingkronkan gerakan dengan setengah dari instrument musik. Kami mulai latihan dari pukul 09.00 sampai 15.30.

Hari kedua kami masih melanjutkannya dengan menambah gerakan baru. Penambahan ini bertujuan agar gerakan dengan musik bisa saling berkesinambungan. Di hari kedua ini kami mengalami kejadian lucu karena terlalu lelah salah satu anggota kami tertidur di tangga namun posisi matanya tidak sepenuhnya tertutup itu membuat suasana menjadi lucu dan menghilangkan kadar kepenatan kami.

Hari ketiga kami fokus untuk menghafalkan gerakan dengan instrument musik. Di hari ini kami dilatih oleh mas Wisnu didampingi bu Erna. Kami masih berlatih di Susukan.

Hari keempat kami fokus untuk membetulkan gerakan, kami masih didampingi oleh mas Wisnu namun tidak sampai selesai. Hari ini dilanjutkan pendampingan dengan Bu Erna, namun kami pun tidak sepenuhnya ditunggui beliau karena kesibukan beliau di sekolah. Kami berinisiatif untuk berlatih sendiri sampai pukul 15.00. Kami melakukan kegiatan ini dengan penuh semangat, karena kami dapat saling bertukar cerita saat SMP. Karena kami terbentuk dari berbagai Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang berbeda. Kami melakukan gladi bersih di depan teman-teman kelas X, bertepatan dengan apel pramuka. Perasaan kami masih malu, gerogi, dan seneng tapi kami bangga karena menjadi siswa terpilih diantara banyak siswa. Setelah melakukan gladi bersih kami diminta untuk pulang beristirahat agar tidak terlalu lelah. Sabtu kami tetap melaksanakan latian pukul 09.00 – 12.00, sendiri tanpa pendampingan dari pelatih. Hari minggu pun kami berlatih pukul 19.00 di tunggui oleh perwakilan dari Kodim, Bu Erna dan Bu Febri untuk melakukan pengarahan di hari H. Untuk persiapan lomba, pada minggu malam untuk siswa yang putri diminta untuk tidur di sekolah agar tidak kesiangan.

Tibalah kami di hari H, Senin 12 Agustus 2019. Kami diminta untuk bangun pukul 03.00 guna shalat tahajut, masak air untuk mandi, mengembalikan tempat tidur, lanjut shalat. Setelah shalat kami siap untuk make up hingga pukul 08.00, keberangkatan tidak bersama karena harus ada yang mengikuti upacara pembukaan. Pada upacara ini diwakili oleh penari putri didampingi Bu Febri dan Pak Asngari. Untuk penari laki-laki menyusul bersama Bu Erna dan Mbak Puji. Kami tampil nomor undi 3. Namun lomba tidak hanya berisi tarian saja, namun juga diselingi dengan musik. Selama menunggu giliran kami sambil melihat penampilan sebelum kami tampil dan sambil mengintropeksi gerakan apa saja yang akan kita tampilkan nanti. Kami tampil selama 6 menit 25 detik. Peserta yang mengikuti lomba ini terdiri atas 4 pemusik dan 4 tarian. Yang masing-masing mewakili setiap koramil yang ada di Kabupaten Magelang. Setelah kami selesai tampil, kami beserta pelatih mengevaluasi lagi tampilan kami, barangkali kami lolos dan dapat melajutkan ke tingkat korem. Selepas dhuhur tibalah di acara puncak yaitu pengumuman juara. Juara 1 diraih oleh SMA Negeri 2 Grabag dengan Tari Kekeh Gumregut, juara 2 diraih oleh SMA PAKIS membawakan Tari Soreng, juara 3 diraih oleh Bentara Wacana, dan juara 4 membawakan Tari Topeng Ireng.

“Seni itu indah, karena dari seni dapat mencari teman banyak dari berbagai daerah, menambah ilmu juga. Menambah wawasan tentang seni tari. Jangan anggap seni sebagai hal biasa, bagi kami seni merupakan identitas dari sebuah daerah” ucap dari Tim Tari Klasik SMA N 2 Grabag. “Semoga dengan prestasi seni tari ini, bisa membawa sekolah ini lebih baik lagi. baik ditingkat kabupaten maupun provinsi”. Tambah Dafa panca.

Posts created 41

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts

Begin typing your search term above and press enter to search. Press ESC to cancel.

Back To Top